Kemarau Panjang Berpotensi Ganggu Ketahanan Pangan Nasional

Polhukam8 views

Jakarta – Ketua Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Barisan Insan Muda, Permana Irmansyah mengingatkan bahwa potensi kemarau panjang yang dipengaruhi perubahan pola iklim diperkirakan membawa dampak terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Maka sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan menghadapi penurunan curah hujan.

Permana mengatakan bahwa pemerintah memang telah menyiapkan sejumlah langkah, seperti ; bantuan bibit tahan kekeringan, penyuluhan bagi petani, serta penyediaan irigasi darurat di wilayah yang berisiko.

Namun menurut Permana, langkah tersebut perlu diperkuat dengan edukasi masyarakat mengenai konservasi air dan praktik pertanian berkelanjutan agar produktivitas lahan tetap terjaga.

Ia juga mendorong percepatan penyusunan rencana kontinjensi oleh pemerintah daerah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila dampak kemarau semakin meluas.

“Kita harus menjaga ketahanan pangan melalui kolaborasi semua pihak, mulai pemerintah, petani, hingga komunitas lokal,” kata Permana, Selasa (4/8/2026).

Barisan Insan Muda menyatakan siap mendukung berbagai program mitigasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan masyarakat, salah satunya dengan mendorong gerakan penanaman pohon dan rehabilitasi kawasan hulu sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Permana menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama karena dampaknya jauh lebih luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ditekankan lagi, bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan anggaran daerah, tetapi juga perlunya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui berbagai program edukasi, konservasi air, penanaman pohon, serta pembentukan relawan lingkungan, Barisan Insan Muda berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat lokal.

Permana optimistis bahwa kombinasi kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat mampu mengurangi dampak sosial maupun ekonomi akibat musim kemarau.

“Kita harus bergerak sekarang. Pencegahan selalu lebih murah dan lebih manusiawi dibandingkan menunggu bencana datang,” tutur Permana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *